Lewati ke konten utama
Logo MAN Wajo

Air Mata Haru Iringi Pelepasan Guru MAN Wajo

Air Mata Haru Iringi Pelepasan Guru MAN Wajo
31 Jan 2026 admin Berita

Suasana Aula MAN Wajo, Jumat pagi, 30 Januari 2026, terasa berbeda dari biasanya. Raut wajah haru, pelukan perpisahan, dan linangan air mata mewarnai prosesi pelepasan sembilan guru MAN Wajo yang resmi menerima SK Redistribusi PNS Program Tahun 2019 dan satu staf tata usaha untuk kembali bertugas di domisili masing-masing.


Sembilan guru dan satu tenaga kependidikan yang dilepas bukan sekadar pendidik dan pegawai, melainkan bagian dari keluarga besar MAN Wajo yang telah mengabdi hampir tujuh tahun penuh dedikasi. Mereka adalah:

  1. Rusman, Guru Bahasa Indonesia
  2. Rasfati R, Guru Bahasa Inggris
  3. Muhammad Wajdy, Guru Fikih
  4. Musyakkirah, Guru Kimia
  5. Dian Saputri, Guru Kimia
  6. Siti Amini, Guru Matematika
  7. Irnasari, Guru Sejarah
  8. Hasnaeni, Guru Sejarah
  9. Nurul Arifah S, Guru Biologi
  10. M. Aqil, Staf Tata Usaha


Acara pelepasan dihadiri langsung oleh Kepala MAN Wajo, Nur Asia Jamal, purna Kepala Madrasah H. M. Sain, purna Kasubag TU, seluruh dewan guru, serta para siswa yang turut merasakan kehilangan sosok-sosok guru yang selama ini menjadi inspirasi dan teladan.


Dalam sambutannya, Kepala MAN Wajo Nur Asia Jamal menyampaikan rasa bangga sekaligus berat melepas para guru yang telah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan madrasah.

“Tujuh tahun bukanlah waktu yang singkat. Banyak kenangan, perjuangan, dan kebersamaan yang terukir di madrasah ini. Mereka bukan hanya mengajar, tetapi membangun karakter, menanam nilai, dan menjadi bagian dari sejarah MAN Wajo,” tuturnya dengan suara bergetar.


Sementara itu, Rasfati perwakilan guru yang dilepas menyampaikan rasa syukur sekaligus kesedihan karena harus berpisah dengan madrasah yang telah menjadi rumah kedua. Tidak sedikit dari mereka yang menahan air mata saat mengenang masa-masa awal penugasan, suka duka membina siswa, hingga kebersamaan dengan rekan sejawat.


Tangis haru pecah saat para siswa memberikan ucapan perpisahan. Sebagian tak kuasa menahan air mata ketika memeluk guru-guru yang selama ini membimbing mereka, bukan hanya dalam pelajaran, tetapi juga dalam kehidupan.


Pelepasan ini menjadi pengingat bahwa pengabdian seorang guru tidak pernah terikat oleh tempat, namun oleh ketulusan dan jejak kebaikan yang ditinggalkan. Meski langkah mereka kini menuju daerah asal masing-masing, nama dan jasa sembilan guru tersebut akan selalu menjadi bagian dari MAN Wajo.


MAN Wajo melepas dengan doa, rasa bangga, dan harapan: semoga di tempat tugas yang baru, mereka terus menjadi cahaya ilmu dan teladan, sebagaimana yang telah mereka lakukan selama hampir tujuh tahun di bumi Lamaddukelleng. (AM)


Bagikan: